Langsung ke konten utama

Puisi Chairul Anwar


Image result for chairil anwar

AKU
 Kalau sampai waktuku
 ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
 Tidak juga kau
 Tak perlu sedu sedan itu
 Aku ini binatang jalang
 Dari kumpulannya terbuang
 Biar peluru menembus kulitku
 Aku tetap meradang menerjang
 Luka dan bisa kubawa berlari
 Berlari
 Hingga hilang pedih peri
 Dan aku akan lebih tidak perduli
 Aku mau hidup seribu tahun lagi
Maret 1943

DERAI DERAI CEMARA
cemara menderai sampai jauh
 terasa hari akan jadi malam
 ada beberapa dahan di tingkap merapuh
 dipukul angin yang terpendam

aku sekarang orangnya bisa tahan
 sudah berapa waktu bukan kanak lagi
 tapi dulu memang ada suatu bahan
 yang bukan dasar perhitungan kini

hidup hanya menunda kekalahan
 tambah terasing dari cinta sekolah rendah
 dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
 sebelum pada akhirnya kita menyerah                                  1949

Puisi Untuk Ibu | Karya : Chairil Anwar
Pernah aku ditegur
 Katanya untuk kebaikan
 Pernah aku dimarah
 Katanya membaiki kelemahan
 Pernah aku diminta membantu
 Katanya supaya aku pandai

Ibu…..

Pernah aku merajuk
 Katanya aku manja
 Pernah aku melawan
 Katanya aku degil
 Pernah aku menangis
 Katanya aku lemah

Ibu…..

Setiap kali aku tersilap
 Dia hukum aku dengan nasihat
 Setiap kali aku kecewa
 Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
 Setiap kali aku dalam kesakitan
 Dia ubati dengan penawar dan semangat
 Dan Bila aku mencapai kejayaan
 Dia kata bersyukurlah pada Tuhan

Namun…..
 Tidak pernah aku lihat air mata dukamu
 Mengalir di pipimu
 Begitu kuatnya dirimu….

Ibu….

Aku sayang padamu…..
 Tuhanku….
 Aku bermohon padaMu
 Sejahterakanlah dia
 Selamanya…..




Komentar